Jumat, 25 Januari 2013

Artikel Kajian: "Kepemimpinan Perempuan"

Oleh : Linda Y. 
Layak kah seorang perempuan menjadi  pemimpin???
Pemimpin merupakan orang yang mampu mempengaruhi orang-orang yang ada disekitarnya, hal ini sangat  relevan ketika, seorang pemimpin memiliki sikap intelektual, bermoral, amanah dan profesional. Ketika berbicara mengenai pemimpin, pastinya identik dengan kaum laki-laki (jika dikaitkan dengan Gender). Laki-laki adalah pelindung bagi wanita, ini menjadi salah satu alasan mengapa laki-laki ‘layak’ menyandang gelar sebagai pemimpin.  Dan apakah posisi perempuan layak untuk dijadikan seorang pemimpin? Hal inilah yang terngiang di benak para perempuan, khususnya perempuan-perempuan yang bisa menyuarakan  suaranya………????
Didalam surat An nisa’ ayat 34 “Laki-laki itu berkuasa atas perempuan”

Setiap manusia pasti memiliki impian dalam hidupnya begitu juga seorang wanita. Jika RA. Kartini berani melawan gelap untuk mencapai terang. Jika Cut nyak Dhien berani melawan Belanda. Kenapa wanita modern saat ini tidak berani menjadi seorang leader? Seorang wanita harus berani menghadapi tantangan dan semua permasalahan yang ada. Tak ada larangan bagi seorang wanita untuk meraih pendidikan tinggi atau larangan untuk wanita tidak boleh bekerja di kantor. Setiap wanita bisa melakukan apapun yang Ia inginkan. Kesempatan akan selalu ada di setiap hidup manusia, baik wanita ataupun Laki-laki. Begitu juga dalam dunia kerja, kesempatan untuk mendapatkan pencapaian karir terbaik akan selalu ada.

Wanita makhuk Tuhan yang sensitif, selalu memakai perasaan saat menghadapi dan menyelesaikan masalahnya. Tapi, dari kepekaan inilah wanita dapat lebih merasakan sesuatu masalah dengan lebih rinci. Menggunakan perasaan dan logika dalam menyelesaikan permasalahan akan lebih baik ketimbang hanya menggunakan salah satu saja.

Hai ini tidak menjadikan wanita adalah makhuk yang lemah. Sikap tegas harus tetap di asah dan mutlak diterapkan oleh seorang leader. Berperasaan bukan berarti menjadi lemah dan kalah dengan keadaan. Peran leader akan sangat terlihat saat akan mengambil keputusan. Peka saat terjadi sesuatu dalam tim dan tegas saat mengambil suatu keputusan.

Pijaran penulis seorang perempuan jika memimpin pasti akan menggunakan hati dan pikiran, bagaikan bumi(yang bisa menumbuhkan benih-benih biji, dan menyediakan kemakmuran penuh), bagai matahari(yang bisa memberikan kehangatan, pancaran bahkan energy),samudra yang penuh ketangguhan taksurut jika ditimpa tak meluap jika diguyur), bulan(bisa menghadirkan harmoni,kerukunan dan ketentraman), bintang(member kejelasan mata angin, menegaskan arah perjuangan),udara (mengisi kekosongan dan kerinduan para kawula, air bisa memberikan kesejukan, senantiasa memberikan emansipasi, agar tidak miring kekiri atau ke kanan).

Perempuan tidak hanya mengurusi rumah tangga saja yang bisanya hanya (macak, manak,da masak), namun perempuan bisa untuk mengembangka sayapnya tatkala ia mampu dan optimis bisa, hal ini memang tak lepas seorang wanita yang menjadi kodratnya (tetap di bawah laki-laki), biarpun seornag perempuan yang teerkenal, pintar, sukses maupun kaya (melebihi laki0laki), tetap kodratnya dibawah laki-laki, hal ini jg harus kita perhatikan.

Motivasi bagi kaum perempuan, kita (perempuan) bisa untuk maju, berkembang, menjadi pemimpin, menjadi seseorang yg diagungkan, pintar dll, jika kita mau berusaha, dan bersunggung-sungguh, kerena sejatinya semua manusia itu sama, kemampuan dan inteleqtual mampu kita raih dan mampu kita dapat, kita harus yakin dan percaya kalau kita (perempuan) bisa melakukan.

*Disampaikan dalam Diskusi Rutin GusDurian Malang pada tanggal  25 Januari  2013 di Base Fisip Umner Malang

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan Gus dan Ning !!!

 
Sumber : http://www.sektim.com/2012/03/tutorial-membuat-tombol-navigasi.html#ixzz2IWTNbtyj