Rabu, 02 Januari 2013

Refleksi GARUDA untuk Sumpah Pemuda (28 oktober 1928-2011)

Subbanul Yaum Rijalul Ghod , Pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan. Semoga lantunan harapan ini senantiasa tetap slalu menjiwai segenap Gus-Gus (simbol panggilan untuk anggota forum GARUDA)sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan mendiang Gus Dur dalam ranah kebangsaan dan kemanusiaan, seperti dalam teriakan lantang bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.

Bersama sejenak mari kita merefleksikan nilai-nilai perjuangan para pemuda dan para pejuang bangsa ini yang masih relevan untuk dipertahankan sampai detik ini, sekaligus melanjutkan sisa-sisa usia perjuangan kita bersama yang lebih baik, dalam lantunan momentum sejarah sumpah pemuda hari ini.

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928, dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Pada kongres ini diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" pertama kali karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie, Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond.

*********
Sumpah Pemuda :
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
*********

Eksistensi GARUDA akan lebih menjadi sakral karena berangkat dari kepentingan serta pemikiran bersama, lebih pentingnya lagi bagaimana momen ini kita jadikan spirit perjuangan dan perubahan untuk melakukan gerakan-gerakan kultural melalui kajian, akademik dan sosial untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan Gus dan Ning !!!

 
Sumber : http://www.sektim.com/2012/03/tutorial-membuat-tombol-navigasi.html#ixzz2IWTNbtyj